NIAS UTARA, 7 Agustus 2026 – Expostnews. Id.
Kondisi ruas Jalan Botolala Uludumula di Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara, kembali menjadi sorotan masyarakat. Infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan berat dinilai telah menghambat aktivitas warga, mengganggu distribusi hasil pertanian, serta menyulitkan akses pendidikan bagi para pelajar dan tenaga pendidik di wilayah tersebut.
Melalui aspirasi yang disampaikan kepada pemerintah, masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Nias Utara dapat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan jalan yang menjadi akses utama bagi ribuan warga di kawasan pedesaan tersebut.
Berdasarkan keterangan warga, kondisi jalan saat ini dipenuhi lumpur, bebatuan, lubang, serta tanjakan dan turunan yang cukup curam. Pada musim hujan, permukaan jalan menjadi sangat licin sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kesulitan melintas. Tidak jarang pengendara harus turun untuk mendorong kendaraan ketika melewati tanjakan yang berlumpur.
Ruas Jalan Botolala Uludumula memiliki peran strategis karena menghubungkan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Alasa, Kecamatan Afulu, dan Kecamatan Lahewa Timur. Jalan tersebut juga menjadi jalur utama masyarakat dari enam desa, yaitu Desa Banuasibohou II, Desa Loloanaa, Desa Dahana Alasa, Desa Banua Sibohou I, Desa Lauru Fadoro, dan Desa Laowowaga.
Mayoritas masyarakat di kawasan tersebut menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan. Kerusakan jalan menyebabkan biaya angkut hasil panen meningkat, waktu tempuh menjadi lebih lama, serta berdampak terhadap aktivitas perekonomian masyarakat yang bergantung pada akses menuju pusat perdagangan di Pekan Lasara.
Selain sektor ekonomi, dampak kerusakan jalan juga dirasakan dunia pendidikan. Jalan tersebut menjadi akses menuju sejumlah sekolah, di antaranya SD Negeri 074063 Botolala Uludumula, SMP Negeri 8 Alasa, SMA Negeri 2 Alasa, dan SD Negeri Loloanaa Fadoro.
Para siswa dan guru setiap hari harus melewati medan yang cukup berat untuk mencapai sekolah. Dalam beberapa kondisi, kendaraan mengalami mogok atau tergelincir akibat jalan yang licin dan berbatu. Meski demikian, para tenaga pendidik tetap berupaya menjalankan tugasnya demi memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung.
Di tengah keterbatasan tersebut, masyarakat bersama para guru melakukan gotong royong secara swadaya dengan menyusun batu dan menutup sebagian lubang jalan agar kendaraan dapat melintas. Upaya tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan, meskipun hanya bersifat sementara.
Warga menilai perbaikan permanen tetap memerlukan dukungan pemerintah melalui perencanaan teknis, penganggaran, dan pelaksanaan pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam aspirasi yang disampaikan, masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi jalan, memberikan kepastian mengenai status dan kewenangan ruas jalan, menyusun perencanaan teknis pembangunan beserta alokasi anggaran, serta memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.
Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut dapat menjadi salah satu prioritas, mengingat jalan merupakan sarana penting yang mendukung akses pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, serta mobilitas masyarakat secara keseluruhan.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun Pemerintah Kabupaten Nias Utara terkait rencana penanganan ruas Jalan Botolala Uludumula. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Tim Redaksi.













