BANDA ACEH |Exopostnews.id
— Semangat kemerdekaan diwujudkan melalui aksi nyata. TKN Kompas Nusantara bersama Yayasan Lansia Merdeka Indonesia (YLMI), Salur Kasih Indonesia (SKI), Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS) dan Pomdam 1 Iskandar Muda menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat luas serta Pondok Pesantren Abu Lueng Ie Al Aziziyah, Banda Aceh, pada Senin (24/8/2026).
Kegiatan sosial tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kepedulian lintas daerah.
Rombongan dari Kota Medan datang ke Banda Aceh bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan persaudaraan dan persatuan di tengah masyarakat.
Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama sekaligus komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Berbuat baik itu harus, dan menjadi orang baik itu penting. Apa yang kita buat akan kembali kepada kita. Karena itu, mari kita terus berbagi dan peduli kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Adi Warman Lubis dari Banda Aceh, Senin, 24 Agustus 2026.
Rombongan YLMI, SKI, KISS dan TKN Kompas Nusantara disambut hangat jajaran Pomdam 1 Iskandar Muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Danpomdam 1 Iskandar Muda Kolonel CPM Imran Ilyas, SH., MH., Wadan Dempom 1 Iskandar Muda Letkol CPM Darwin Nasution, SH., Dandim 0101 Banda Aceh serta Kecik Peniti Denny Candra.
Suasana kegiatan berlangsung penuh haru dan suka cita. Masyarakat serta pengemudi ojek online (ojol) yang hadir tampak antusias menyambut kedatangan rombongan dari Medan.
Masyarakat yang hadir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para komunitas dan donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada rombongan yang hadir dari beberapa komunitas yang jauh-jauh datang dari Kota Medan.
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan sebagian rezekinya untuk kami,” ungkap salah seorang masyarakat.
Danpomdam 1 Iskandar Muda Kolonel CPM Imran Ilyas, SH., MH., mengatakan bakti sosial tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara masyarakat dengan aparat penegak hukum serta seluruh elemen bangsa.
“Kita harus tetap menjalin silaturahmi yang baik antara masyarakat dengan aparat penegak hukum maupun sebaliknya. Kita harus bersinergi dan saling mengasihi, menyayangi serta menghargai satu sama lain tanpa membedakan suku, ras, agama maupun warna kulit,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan.
“Kita ini adalah warga negara Republik Indonesia yang dilindungi UUD 1945. Jangan gampang terprovokasi. Mari kita berpedoman kepada UUD 1945 agar hubungan dan keharmonisan di antara kita tetap terjalin dengan baik,” tegasnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Abu Lueng Ie Al Aziziyah turut menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran rombongan dari Sumatera Utara serta jajaran Dempom Iskandar Muda.
“Kita harus saling menghormati, menyayangi, menjaga rasa aman, nyaman dan kondusif di mana pun kita berada. Kita adalah keluarga besar tanpa membedakan latar belakang, ras, warna kulit maupun suku. Kita adalah satu saudara,” katanya.
Adi Warman Lubis juga menyampaikan apresiasi kepada Danpomdam Iskandar Muda beserta seluruh jajaran yang telah memberikan tempat dan waktu sehingga kegiatan bansos dapat terlaksana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Danpomdam Iskandar Muda dan jajaran. Semoga lain waktu kita bisa kembali berkolaborasi dalam berbuat kebaikan,” kata Adi.
Ia turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama para donatur.
“Semoga para donatur diberikan panjang umur, murah rezeki, kesehatan dan tetap diberikan kesempatan untuk terus berbuat baik serta peduli terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya tentang seremoni, melainkan tentang keberanian untuk hadir dan berbagi.
Dari Medan ke Banda Aceh, mereka membawa satu pesan kuat: perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Persaudaraan harus dirawat, kepedulian harus dijalankan, dan kebaikan harus terus digerakkan untuk Indonesia.
(BT)













