Tebingtinggi,Expostnews.id
Wali Kota Tebingtinggi, H. Iman Irdian Saragih, menegaskan bahwa seni qasidah bukan sekadar warisan budaya Islam atau sarana hiburan semata, melainkan media dakwah yang sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat menghadiri penutupan Festival Seni dan Qasidah (FSQ) XIX Tingkat Kota Tebingtinggi Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Hj. Sawiyah, Jalan Dr. Sutomo,pada hari Jumat sore (23/10/2026).
“Seni qasidah efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan, mempererat silaturahmi, serta membentengi generasi muda kita dari pengaruh negatif era modernisasi,” ujar Wali Kota.
Wali Kota menambahkan, berakhirnya FSQ ke-19 ini bukanlah akhir dari syiar seni dan budaya Islami di Kota Tebingtinggi. Momentum ini justru diharapkan dapat menjadi pemicu untuk terus menghidupkan dan melestarikan seni qasidah di lingkungan masyarakat, sekolah, maupun lingkungan keagamaan.
“Dengan memohon petunjuk dan ridho dari Allah SWT, seraya mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Festival Seni dan Qasidah ke-19 Kota Tebingtinggi tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” tutur Wali Kota menandai penutupan acara.
Mengusung tema “Bersinergi Dalam Melestarikan Budaya Untuk Masyarakat Tebingtinggi Yang Religius”, perhelatan FSQ XIX tahun ini memperlombakan tiga cabang utama untuk tingkatan anak-anak, remaja, hingga dewasa. Ketiga cabang tersebut meliputi Cabang Bintang Vokalis Gambus, Cabang Qasidah Rebana, serta Cabang Pop Islami.
Pelaksanaan lomba dinilai oleh Dewan Hakim yang diketuai oleh Mulkan Edy Siregar dengan Joko Miyanto sebagai Sekretaris Dewan Hakim.
Turut hadir dalam acara penutupan tersebut, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Erwin Suheri Damanik, Kepala Badan Kesbangpol Ramadhan Barqah Pulungan, Kepala BKPSDM Abdul Halim Purba, Kadisporapar Muhammad Fadly, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Siti Masitah Saragih, serta para perwakilan camat dan lurah se-Kota Tebingtinggi (Benny)













