Tebing Tinggi —Expostnews id
Momentum peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day dimanfaatkan dengan cara berbeda oleh Ketua SPKSI 1973, Zulfikar Nasution. Tak sekadar menjadi ajang seremonial atau unjuk rasa, peringatan tahun ini justru diisi dengan kegiatan sosial yang menyentuh hati, yakni berbagi kasih kepada anak yatim piatu serta penyaluran bantuan beras kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini turut dihadiri para anggota serikat, tokoh masyarakat, serta seorang ustaz yang memimpin doa bersama. Dalam suasana yang sarat nilai kebersamaan, acara tersebut menjadi simbol bahwa semangat buruh tidak hanya identik dengan perjuangan hak-hak pekerja, tetapi juga kepedulian terhadap sesama.

Dalam kapasitasnya juga sebagai Ketua PPPAD Kota Tebing Tinggi, Zulfikar menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh harus dimaknai lebih luas. Ia menyampaikan bahwa solidaritas sosial merupakan bagian penting dari perjuangan buruh di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Buruh bukan hanya soal tuntutan kesejahteraan, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir untuk masyarakat. Hari ini kita berbagi dengan anak-anak yatim dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian nyata,” ujarnya dalam sambutannya.
Kegiatan berbagi beras yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat ini disambut antusias. Warga penerima manfaat mengaku sangat terbantu, terlebih di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat.
Sementara itu, kehadiran anak-anak yatim piatu dalam acara tersebut menambah suasana haru, terlebih saat sesi doa bersama yang dipimpin ustaz berlangsung dengan penuh khusyuk.

Tidak hanya menjadi ajang berbagi, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara organisasi buruh dengan masyarakat luas. Para anggota SPKSI 1973 terlihat aktif terlibat, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, menunjukkan semangat gotong royong yang masih terjaga kuat.
Momentum ini sekaligus menjadi pesan bahwa peringatan Hari Buruh tidak harus selalu diwarnai aksi turun ke jalan, melainkan bisa diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Dengan langkah ini, Zulfikar Nasution dinilai berhasil menghadirkan wajah baru peringatan May Day yang lebih humanis dan bermakna.
Di tengah dinamika perjuangan buruh yang kerap diwarnai tuntutan dan aspirasi, kegiatan sosial seperti ini menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama dalam setiap gerakan. Hari Buruh pun tak hanya menjadi milik pekerja, tetapi juga menjadi hari untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat..
BT











