Tebingtinggi,Expostnews.id
Camelia Panduwinata Lubis bersama Ketua Umum Federasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Rokok, Tembakau, Makanan, Minuman, Garmen, Tekstil, dan Kulit (F-SARBU MUSI RTMM-GARTEK), Abdullah Affas, melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara organisasi buruh dan pemerintah dalam mendorong peningkatan perlindungan pekerja, pengembangan kompetensi tenaga kerja, serta peningkatan kesejahteraan buruh di Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, Camellia Lubis dan Abdullah Affas menyampaikan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan organisasi buruh dalam menjawab berbagai tantangan dunia kerja, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan akses pelatihan kerja, penguatan keselamatan dan kesehatan kerja, serta terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.
Camellia Panduwinata Lubis menilai bahwa organisasi buruh memiliki posisi strategis dalam menyampaikan aspirasi pekerja sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan langkah-langkah yang relevan dengan kebutuhan tenaga kerja.
“Pekerja merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi nasional. Karena itu, perlindungan hak-hak buruh, peningkatan keterampilan, dan kesejahteraan pekerja harus berjalan beriringan. Kami berharap sinergi antara pemerintah dan organisasi buruh dapat melahirkan program-program konkret yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para pekerja dan keluarganya,” ungkap Camellia.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja agar para pekerja Indonesia mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, perkembangan industri, dan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
Sementara itu, Ketua Umum F-SARBU MUSI RTMM-GARTEK, Abdullah Affas, menyoroti pentingnya perhatian terhadap pekerja di sektor rokok, tembakau, makanan, minuman, garmen, tekstil, dan kulit. Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki kontribusi terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja sehingga perlindungan pekerja serta keberlangsungan industri perlu menjadi perhatian bersama.
Abdullah Affas berharap komunikasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, peningkatan produktivita perlindungan hak pekerja, serta penyelesaian persoalan ketenagakerjaan melalui dialog yang konstruktif.
Audiensi dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih erat antara pemerintah dan organisasi buruh, sehingga aspirasi pekerja dapat tersampaikan secara efektif dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan program ketenagakerjaan.
Bagi Camellia Lubis dan Abdullah Affas, sinergi pemerintah dan organisasi buruh merupakan elemen penting dalam mewujudkan dunia kerja yang lebih inklusif, produktif, dan berkeadilan.
Melalui komunikasi, kolaborasi, dan komitmen bersama, perlindungan pekerja dan peningkatan kesejahteraan buruh diharapkan dapat terus diperkuat demi terwujudnya tenaga kerja Indonesia yang kompeten, bermartabat, dan sejahtera (Benny).













