Tebingtnggi,Expostnews.id
Sosok Wali Kota Tebingtinggi, H. Iman Irdian Saragih, mencerminkan figur pemimpin daerah yang memiliki karakter kebangsaan kuat, menjunjung tinggi nilai persatuan, serta menempatkan kepentingan masyarakat dan kecintaan terhadap tanah air sebagai bagian penting dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
Peringatan HUT RI ke-81 yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi,pada hari Senin (17/8) menggambarkan semangat nasionalisme yang melekat dalam kepemimpinan H. Iman Irdian Saragih. Bagi seorang pemimpin daerah, kecintaan terhadap tanah air diwujudkan melalui keberpihakan terhadap kepentingan rakyat, menjaga keharmonisan kehidupan sosial, memperkuat persatuan, serta memastikan pembangunan berjalan dengan semangat kebersamaan dan keadilan.
H. Iman Irdian Saragih menunjukkan bahwa nasionalisme dalam konteks pemerintahan daerah memiliki makna yang luas. Nasionalisme tidak berhenti pada penghormatan terhadap simbol-simbol negara, tetapi tumbuh melalui kepedulian terhadap masyarakat, penghargaan terhadap keberagaman, semangat membangun daerah, serta kesungguhan menjaga persatuan di dalam berbagai perbedaan yang
ada di kehidupan masyarakat Kota Tebingtinggi.
Pada era kepemimpinan Wali Kota Tebingtinggi, H. Iman Irdian Saragih menggambarkan pemahaman mengenai rasa cinta tanah air tidak diurai sebatas simbolisme atau wacana normatif semata, melainkan diwujudkan secara nyata melalui pelaksanaan tata kelola yang profesional, pembinaan toleransi antarwarga, serta percepatan pembangunan daerah secara menyeluruh.
Tata kelola pemerintahan Kota Tebingtinggi terus menunjukkan keberlanjutan komitmen yang berfokus pada penguatan rasa kebangsaan dan integrasi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kota Tebingtinggi secara berkelanjutan berupaya memfasilitasi dan memperluas jangkauan program-program strategis berbasis kebangsaan. Melalui kepemimpinan yang tegas, terukur, namun tetap merangkul, prinsip nasionalisme dan persatuan diwujudkan ke dalam tindakan nyata demi menjaga kondusivitas serta kemajuan daerah secara konsisten.
Karakter kepemimpinan dengan jiwa nasionalisme yang kuat dapat terlihat pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kehadiran dan keterlibatan Wali Kota Tebingtinggi dalam kegiatan kenegaraan menjadi bagian dari upaya menghadirkan semangat kemerdekaan secara lebih dekat di tengah masyarakat.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat mengenai tanggung jawab seluruh elemen bangsa dalam melanjutkan cita-cita kemerdekaan.
Dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, sikap terbuka, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan menjadi fondasi penting bagi terciptanya daerah yang aman, maju, dan sejahtera. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian yang terus dikuatkan dalam kehidupan masyarakat Kota Tebingtinggi.
Kepedulian terhadap rakyat juga menjadi salah satu gambaran kuat dari karakter kepemimpinan H. Iman Irdian Saragih. Ketika masyarakat memperoleh kesempatan untuk hidup lebih baik, mendapatkan pelayanan publik yang layak, memperoleh akses terhadap pendidikan dan berbagai kebutuhan dasar, serta memiliki ruang untuk berkembang, maka pembangunan daerah telah menjadi bagian dari perjuangan mewujudkan tujuan kemerdekaan.
Karakter kebangsaan juga tercermin dalam perhatian terhadap generasi muda yang akan menjadi penerus estafet kepemimpinan bangsa sehingga penanaman nilai nasionalisme perlu dilakukan sejak dini melalui lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun berbagai aktivitas sosial dan pendidikan.
Sikap nasionalisme juga tercermin dari keteguhan H. Iman Irdian Saragih dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Kota Tebingtinggi merupakan ruang bersama bagi masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan yang perlu dirawat melalui sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong, dan kebersamaan.
Dengan karakter yang tegas namun tetap mengedepankan kepedulian dan kebersamaan, Wali Kota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih merepresentasikan sosok pemimpin daerah yang berupaya menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian dari arah pembangunan. Nasionalisme tidak hanya menjadi semangat dalam peringatan hari-hari besar nasional, tetapi menjadi nilai yang hidup dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Pada akhirnya, kecintaan terhadap tanah air tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Mengabdi dengan tulus, bekerja untuk kepentingan masyarakat, menjaga persatuan, menghormati keberagaman, memperkuat pendidikan karakter, serta membangun daerah dengan penuh tanggung jawab merupakan bentuk nyata pengamalan nasionalisme (Benny).













