Berita  

Antusias Masyarakat Tanjung Marulak Hadiri Reses Anggota DPRD Provsu. 

Tebingtinggi,Expostnews.id

Antusias masyarakat kelurahan Tanjung Marulak menghadiri reses III sidang ke II tahun 2025-2026 anggota DPRD Provinsiz Sumatera Utara dari PDI Perjuangan yang juga sebagai Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumatera Utara berasal dari Daerah Pemilihan Sumut IV Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Tebingtinggi Delpin Barus S.T. M.I.Kom,pada hari Senin (15/5/2026) bertempat di Lapangan Sepak Bola Kompleks Perumahan BP-7 Jalan Gunung Leuser Kelurahan Tanjung Marulak Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

 

Reses tersebut turut dihadir Camat Rambutan Muhammad Hersan Koto, Lurah Tanjung Marulak Iindarty Sidan, S.H., M.H., mewakili Polsek Rambutan A Sihotang, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan ratusan masyarakat undangan lainnya.

 

Lurah Tanjung Marulak, Iindarty Sidan, SH., M.H. pada kata sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Bapak Delpin Barus beserta rombongan yang telah hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi, mendengarkan langsung masukan serta melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat Kelurahan Tanjung Marulak.

 

Iindarty Sidan juga mengatakan bahwa reses ini merupakan momentum penting dalam mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat. ”

 

“Melalui pertemuan ini saya berharap berbagai aspirasi usulan pembangunan serta kebutuhan masyarakat dapat disampaikan secara terbuka dan menjadi perhatian untuk dapat direalisasikan oleh Bapak Delpin Barus,” ujar Iindarty Sidan.

 

Pada kesempatan yang sama, Camat Rambutan Muhammad Hersan Koto dalam sambutannya turut mengucapkan selamat datang kepada Bapak Delpin Barus atas kehadirannya di Kecamatan Rambutan dan berharap kepada peserta reses untuk sama-sama mendengarkan arahan dari bapak Delpin Barus.

 

“Kalau memang ada aspirasi dari Bapak Ibu silahkan disampaikan agar dapat ditampung Bapak Delpin Barus,” pinta Hersan.

 

Antusias masyarakat terhadap reses ini.tetbukti dengan banyak nya usulan warga ketika di buka sesi tanya jawab, diantaranya seorang peserta reses bernama Pamilihan Tanjung yang memohon tentang perbaikan jalan di komplek perumahan BP-7 karena banyak jalan yang berlubang lubang dan tentang permasalahan sampah yang berserakan terkadang sekali seminggu baru diangkut,”ungkap Tanjung.

 

Kemudian, Putri Permata Sari Siregar meminta pengadaan lampu penerangan jalan di Jalan Ir. H. Djuanda Lingkungan 4 Tanjung Marulak, karena baru saja di sekitar itu terjadi jambret.

 

Selanjutnya, Umira Dewi dari lingkungan 4 Tanjung Marulak menyampaikan bahwa dirinya ada mendengar dari program Gubernur Sumut Bobi Nasution yang katanya SMA sederajat tidak dipungut biaya apapun, tapi dibeberapa sekolah masih ada diberlakukan seperti uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) maupun uang Komite, tapi katanya bebas pungli..? Apakah diberlakukan untuk kota Medan atau seluruh Sumatera Utara atau khususnya Tebingtinggi.

 

Kemudian Bapak Jantimanus Sipayung mempertanyakan tentang permasalahan penerimaan murid baru dalam sistem zona, karena ia melihat ada anak yang tidak berada pada zona terdekat bisa masuk dalam daftar zona.

 

Menjawab pertanyaan bapak Pamilihan Tanjung, Delpin Barus mengatakan, permasalahan jalan rusak dan sampah akan dimasukkan dalam musrenbang. Tentang permasalahan sampah, Delpin Barus sangat sepakat tentang sampah. Delpin Barus menyampaikan bahwa pada bulan Juni nanti dirinya akan bertemu dengan Wali Kota untuk menyampaikan segala persoalan yang ada di Kota Tebingtinggi lewat reses yang telah dijalankan.

 

Tentang persoalan lampu jalan, Delpin Barus berharap kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara untuk membenahi persoalan lampu jalan. Delpin mengatakan, lampu jalan memang sangat penting, karena dalam situasi gelap begal akan lebih leluasa beraksi “Memang nger begal ini, saya pun takut kalau sedang berada di tengah-tengah perjalanan atau keluar rumah,” katanya.

 

Menyahuti tentang program pendidikan gratis, Delpin dengan tegas mengatakan, kalau ada di sekolah negeri yang memungut uang SPP, beliau meminta para orang tua untuk tidak segan-segan melaporkan kepadanya. Tapi, Delpin menjelaskan, kalau ada uang komite itu dipungut karena sudah ada kesepakatan antara komite dan orang tua dan mengenai penerimaan siswa itu ada ketentuan yang mengatur batas kuota seperti jalur zonasi, jalur afirmasi dan jalur prestasi,” ungkap Delpin Barus sekaligus menutup acara reses dan di akhiri dengan foto bersama (Benny).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *