Komisi IX DPR RI Dorong Kemandirian Industri Farmasi Nasional

KARAWANG –Expostnews. Id

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Drg. Putih Sari menggelar kegiatan sosialisasi peningkatan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan produksi dalam negeri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di GOR Sport Hall, Jalan Dr. Taruno, Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, pada Kamis (12/03/2026).

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian industri farmasi nasional sekaligus meningkatkan penggunaan produk kesehatan buatan dalam negeri. Program tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor di sektor kesehatan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Drg. Putih Sari, dalam sambutannya menegaskan bahwa dukungan terhadap penggunaan obat dan alat kesehatan produksi dalam negeri sangat penting untuk memperkuat ketahanan sektor kesehatan nasional.

“Pemerintah terus mendorong agar fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas, maupun apotek dapat memprioritaskan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan produksi dalam negeri. Selain untuk mendukung industri nasional, hal ini juga menjadi langkah strategis menuju kemandirian kesehatan Indonesia,” ujar Putih Sari.

Ia menambahkan, sosialisasi ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada tenaga kesehatan serta masyarakat mengenai kualitas dan keamanan produk farmasi dalam negeri yang telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah

Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang sebagai narasumber yang memberikan pemaparan terkait kebijakan dan implementasi penggunaan produk kesehatan dalam negeri.

Perwakilan Kementerian Kesehatan, Yenita Malasari, Apt., M.Sc, selaku Ketua Tim Kerja Pengembangan dan Fasilitas Hilirisasi Bahan Baku dan Sediaan Fitofarmaka Dalam Negeri menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat pengembangan bahan baku obat dan fitofarmaka lokal.

“Kementerian Kesehatan mendorong penguatan hilirisasi bahan baku obat serta pengembangan fitofarmaka dalam negeri agar Indonesia memiliki kemandirian dalam produksi obat dan sediaan farmasi,” jelas Yenita.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Warningsih, S.Si., Apt., M.H, selaku Ketua Tim Kerja Kefarmasian dan Alat Kesehatan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan dalam mendukung penggunaan produk kesehatan lokal.

“Penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan produksi dalam negeri perlu terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan hingga fasilitas pelayanan kesehatan,” ungkap Warningsih.

Hal senada juga disampaikan oleh apt. Eka Muthia Sari, S.Farm, Ketua Tim Kerja Kelompok Substansi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang. Ia menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar penggunaan produk farmasi dalam negeri semakin meningkat di fasilitas kesehatan di wilayah Karawang.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan serta memastikan penggunaan obat dan alat kesehatan produksi dalam negeri dapat dioptimalkan di fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Eka Muthia Sari.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir narasumber dari kalangan profesi apoteker, yakni apt. Nia Yuniarsih, M.Farm, selaku Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Karawang sekaligus Apoteker Agent of Change (AOC). Ia menegaskan peran apoteker sangat penting dalam mendukung program penggunaan obat produksi dalam negeri.

“Apoteker sebagai garda terdepan dalam pelayanan kefarmasian memiliki peran strategis sebagai agen perubahan untuk mendorong penggunaan obat dan sediaan farmasi produksi dalam negeri,” jelas Nia Yuniarsih.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat dan tenaga kesehatan semakin memahami pentingnya mendukung produk kesehatan dalam negeri, sehingga industri farmasi nasional dapat berkembang dan mampu bersaing di tingkat global.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *