Tebingtinggi,Expostnews.id
Advokat Ir. Pahala Sitorus, S.H., M.H., M.M., menegaskan bahwa pinjam pakai maupun hibah kendaraan dari pemerintah daerah ke instansi vertikal bukan bentuk gratifikasi. Hal itu disampaikannya menanggapi sorotan terhadap mobil operasional Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo yang berasal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo.
“Pinjam pakai atau hibah kendaraan operasional dari Pemda ke instansi vertikal itu terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Misalnya ke Polres, Kejaksaan, atau Pengadilan. Banyak yang mengajukan pinjam pakai atau hibah untuk menunjang kegiatan instansi tersebut,” ujar Pahala di Tebingtinggi,pada hari Sabtu (4/4/2026).
Ia menilai pernyataan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat, Hinsa Panjaitan, yang mengaitkan penggunaan mobil Kejari Karo dari Pemkab Karo dengan dugaan adanya kepentingan tertentu, terkesan tendensius.
“Apakah itu gratifikasi? Bukan. Mobil dengan nomor polisi seri tunggal itu dipakai untuk menunjang operasional di Kejari Karo agar tugasnya berjalan maksimal. Kita tahu luas wilayah Kabupaten Karo dan sulitnya topografi dari satu kecamatan ke kecamatan lain,” katanya.
Terkait sorotan mengenai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Bupati Karo Brigjen Pol (Purn.) Dr. dr Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., yang disebut sebagai salah satu Bupati terkaya, Pahala Sitorus mengatakan dirinya mengenal Antonius sejak lama.
“Saya kenal betul dengan Brigjen Pol (Purn.) Antonius Ginting. Sejak mahasiswa beliau sudah berbisnis. Waktu mau maju jadi Bupati Karo, saya salah satu teman yang sering diajak berdiskusi. Dia bukan mau mencari harta jadi bupati, tetapi ingin Kabupaten Karo menjadi yang terbaik di Indonesia,” ucap Pahala.
Menurutnya, Antonius memiliki cita-cita membangun rumah sakit besar di Tanah Karo, khususnya untuk rehabilitasi penyalahgunaa narkotika, agar masyarakat terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Saya dahulu sering bersama dia ke mana-mana, beliau punya sekolah unggulan dan rumah sakit besar di Kota Medan,saya juga pernah dilibatkan untuk mendukung kelancaran rumah sakitnya,” tambahnya.
Pahala Sitorus menegaskan bahwa kekayaan Antonius sudah tercatat di LHKPN sebelum menjabat sebagai bupati. “Dia dari mahasiswa sudah punya apotek. Dia dokter spesialis OG dan purnawirawan Polri dari bidang kesehatan yang menyandang pangkat Brigjen.
Jadi jangan asal bicara kalau tidak tahu, jangan hanya menyalahkan, dia menjadi Bupati bukan untuk mencari kekayaan dia memang sudah kaya,” pungkas Pahala Sitorus mengakhiri (Benny).













